Jumat, 09 November 2018

FOTO AKTIVITAS SISWA MA YASMI DURI

Tim Futsal



Latihan Dasar Kepemimpinan Pengurus OSIS




Praktek Pramasik Haji/Umrah di Masjid Arafah Duri





Paskibra Sekolah 



LATIHAN BARIS BERBARIS





Pentas Seni Tari





Masih banyak lagi....

Kamis, 08 November 2018

MUHADHARAH YASMI DURI

Usia sekolah adalah usia dimana seorang anak manusia berada pada fase memiliki energi yang sangat besar untuk disalurkan. 
Madrasah YASMI Duri mencoba memahami, menggali dan menjadikan potensi itu sebagai modal untuk pembinaan siswa Madrasah yang berkarakter Islami atau istilah kerennya: berakhlakul karimah.
Selain mengutamakan pendidikan mata pelajaran dari kurikulum yang berlaku, Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah YASMI Duri senantiasa memfasilitasi siswa-siswanya untuk menunjukkan minat dan bakatnya melalui program Muhadharah. Siswa akan dibina dan dibimbing sesuai minat dan bakatnya oleh guru yang sudah terlatih dan berlatar pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Setiap hari sabtu seluruh siswa akan disuguhkan penampilan dari teman-temannya yang berupa: Ceramah/pidato, Hifzil Qur'an, Tilawatil Qur'an, seni drama, seni tari, Nasyid, olah raga, pantomin dan bakat-bakat lainnya.


Setiap siswa memiliki bakat yang berbeda dan unik. Setiap saat kita akan bertanya kira-kira suguhan menarik apa yang akan mereka tampilkan pada hari Sabtu berikutnya.

Keluarkan semua bakatmu, Nak. Kesuksesan dimasa depan adalah keniscayaan.

Jazakumullah khair.

STUDI BANDING KE MAN 1 KUANSING

Belajar adalah nyawa bagi dunia pendidikan.
Ilmu tidak boleh dibatasi dinding kelas. memperluas wawasan guna meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan di lingkungan Madrasah YASMI adalah komitmen utama.
Kali ini, hari Sabtu 13 Oktober 2018, seluruh majelis guru staf dan perwakilan siswa Madrasah Aliyah YASMI Duri diajak bersilaturahim oleh Bapak H. Husen Madhusen, S.Ag, Kepala Madrasah Aliyah YASMI Duri ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuansing didampingi Bapak Drs. Sumarno selaku Direktur YASMI dan Bapak Drs. Elan Supian, Wakil Direktur YASMI Bidang Pembinaan Karakter.
MAN 1 Kuansing adalah tamu yang sangat kami muliakan yang sangat memuliakan tamu-tamunya. Pimpinan beserta jajarannya serta seluruh siswa MAN 1 Kuansing sangat antusias menerima kami sebagai saudara yang datang bersilaruhim. kami sangat senang bisa mengenal lebih banyak tentang madrasah terbaik yang berlokasi di Kabupaten Kuantan Sengingi Provinsi Riau.



Banyak hal yang sangat menarik yang bisa kami ambil manfaatnya dari kunjungan ini. Bagi kami MAN 1 Kuansing adalah sekolah terbaik yang berhasil menerapkan model "Kampung Inggris" yang telah mencetak generasi muda yang tidak hanya pintar dibidang pendidikan tapi juga berakhlakul karimah serta berwawasan luas.
Salah satu poin penting yang bisa kita ambil pelajaran dari kunjungan ini. MAN 1 Kuansing dibangun diatas komitmen bersama untuk maju senantiasa meningkatkan mutu pendidikan yang modern namun tanpa meninggalkan model pendidikan Agama Islam sebagai ciri khas sebuah madrasah.



Masih banyak poin penting lainnya yang bisa kami bagi disini. Tapi yang terpenting adalah pelajaran dari perjalanan sebuah institusi pendidikan yang bernama MAN 1 Kuansing ini adalah adanya komitmen yang sangat digenggam erat oleh pimpinan yang kemudian ditularkan sampai kejenjang yang paling akar.
Terimakasih MAN 1 Kuansing atas kesempatan bagi MA YASMI Duri untuk mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ini. Semoga semakin sukses.

Jazakumullah khairan katsiran.

Rabu, 17 Oktober 2018

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN


Ada hal menarik dan penting dari sambutan Bapak Anies Rasyid Baswedan, mantan Menteri Pendidikan yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jakarta ketika membuka acara Education Expo ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia) di TMII tanggal 29 Oktober 2017. Berikut ini catatan yang dinukilkan dengan sedikit penyesuaian.

-----------------------------------

Pendidikan adalah tentang masa depan. Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, makahal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.
Kalau kita membayangkan anak-anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apapun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.
Kadang-kadang kita melihat biji seperti melihat tanaman yang lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.
Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga membutuhkan lahan yang subur. Di mana lahan yang subur itu? 
Di antaranya:
1. Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur.
2. Di sekolah. 
3. Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.
Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan gunakan kata membentuk, apa lagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan, karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.
Dulu saat kita sekolah pasti pernah praktek biologi tentang dua tanaman yang satu dipasang dekat matahari, yang satu jauh dari matahari. Beloknya beda bukan? Bibitnya sama, tanahnya sama, potnya sama, arah tumbuhnya sama tidak? Maka jawabannya tidak sama. Jadi kita mau belok kanan-belok kiri itu bukan daunnya yang dibelokkan, tapi rangsangannya yang berbeda. Cuacanya diatur, lokasinya diatur. Karena itu mengelola sebuah sekolah, mengelola sebuah intitusi pendidikan itu adalah mengelola rekayasa.
Sebagai contoh, di rumah kita bias menjadikan anak kita menjadi anak yang individualis atau anak yang dekat dengan saudara-saudaranya. 
Misalnya sebuah keluarga dengan empat anak. Kita buat setiap kamar ada kamar mandinya agar semuanya rapi bersih semua. Kamar mandi di dalam kamar. Sementara keluarga yang lain, dengan empat anak juga memiliki rumah dengan kamar mandi satu, di luar kamar. Maka apa yang terjadi? Keluarga yang pertama anak-anaknya tumbuh individualis. Semuanya diselesaikan sendiri. Keluar kamar semua sudah bersih.
Sedangkan keluarga kedua, anak-anak tiap hari rebutan kamar mandi: Ada yang sikatannya lama, ada yang kalau mandi harus diketok-ketok, ada yang sering shamponya ketinggalan. Mereka akan tumbuh berbeda dengan anak-anak di keluarga pertama.
Oleh karena itu jangan bayangkan pendidikan itu sesuatu yang tertulis, dibaca, dihafalkan, lalu diuji. Karena pendidikan itu adalah proses pembiasaan.
Jadi kita bias merancang anak kita sesuai skenario yang kita buat. Karena itu kemewahan keluarga dan kemewahan institusi pendididkan adalah bagaimana membuat aturan main yang membentuk perilaku.
Saya berharap kita yang bergerak dalam bidang pendididkan memikirkan rekayasa itu. Sekolah kita hari ini: anaknya abad 21, gurunya abad 20, ruang kelasnya abad 19.
Kalau mau memikirkan sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Rekayasalah untuk masa depan. Kita gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR -nya.
Karena itu kalau mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang kita jangan lihat hari ini. Bijinya di nilai nanti kalau sudah tumbuh baru akan Nampak dan bias dinilai, biji, daunnya, dan batangnya.
Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.
Dalam proyeksi pendidikan abad 21 ada 3 komponen yang mendasar:
1. Karakter/akhlaq
a. karakter moral (iman, taqwa, jujur, rendahhati)
b. karakter kinerja (ulet, kerja keras, tangguh, tidak mudah menyerah, tuntas)
2. Kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif / kerjasama)
3. Literasi/Keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan)

Di masa sekarang, dalam ujian anak-anak disuruh menjawab pertanyaan di sebuah kertas. Di masa depan mungkin ujian hanya dengan kertas kosong tanpa pertanyaan.
Tukang pos bersaing dengan teknologi: WA, email. Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada anak-anak besok mau membuat apa. Jangan bertanya mau jadi apa.
Pengelola pendidikan jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di ruang keluarga dan di ruang kelas...

Wallahua'alam bishawab.

------------------------------------------

Selasa, 02 Oktober 2018

MARS MADRASAH


Mars Madrasah. Sebagai penyemangat dalam mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan madrasah. Guna membentuk karakter generasi muda berakhlakul karimah.

Featured Post

MTs YASMI Duri Gelar Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka

 Duri, 14 Juli 2024 - Madrasah Tsanawiyah (MTs) YASMI Duri mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) selama...